Header Ads

TERBARU : BONUS DEPOSIT NEW MEMBER 10% || DAFTAR SEKARANG JUGA DI SHIO AYAM BANDAR TOGEL AMAN DAN TERPERCAYA, 1GROUP DENGAN 12SHIO || LINK DAFTAR : WWW.12SHIO4.COM/REGISTER || LINE :12SHIO4-SHIOAYAM BBM :SHIOAYAM28 WA :+62 82310284316

KPAI Minta Airin Tanggung Jawab Atas Kematian Anggota Paskibra di Tangsel

KPAI Minta Walikota Airin Bertanggungjawab Atas Kematian Anggota Paskibra Tangsel. ©Liputan6.com/Ditto Radityo


Kemanusiaan - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk bertanggungjawab atas kematian Aurellia Qurata Aini (16), calon petugas pengibar bendera tingkat kota untuk acara peringatan Hari Kemerdekaan.

Ketua KPAI, Susanto mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi. Dia menilai, seharusnya Airin sebagai kepala daerah bisa mencegah insiden tersebut terjadi dengan tindakan konkret.

"Kami sampaikan tentang janggalnya kematian Aurellia Qurata, termasuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam hal ini Wali Kota-nya dan jajarannya, namun belum ada permintaan maaf di ranah publik apa pun hingga saat ini," katanya saat jumpa pers di Kantor KPAI, Teuku Umar, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan itu, Airin mengaku sangat terpukul akan kejadian di wilayahnya. Sehingga dia berjanji akan melakukan perbaikan dalam struktur pelaksanaan giat paskibra tingkat kota itu.

"Pelatih Paskibra langsung digantikan oleh TNI, check kesehatan setiap pagi bagi anggota paskibra, perbaikan asupan gizi, dan menyerahkan sepenuhnya penyelidikan dan penyidikan ke kepolisian," jelas Susanto.

Kemudian, KPAI menemukan, tidak ada SOP dalam persiapan dan pelaksanaan Paskibraka. Pemkot langsung menjalankan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga No. 65 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Paskibraka.

Selain itu, KPAI juga menemukan fakta bahwa Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangsel belum memiliki fasilitas terkonsentrasi untuk pembinaan anggota Paskibra.

"Mereka masih ditempatkan di hotel, padahal mereka punya tempat seperti asrama di tonic dan harusnya bekerjasama dengan TNI Polri," ungkap Susanto.

Sebagai informasi, temuan ini dilakukan KPAI lewat monitoring dan pengawasan selama 10 hari pasca kematian AQ pada 1 Agustus 2019. Sementara itu, Polres Tangsel sampai hari ini masih melakukan penyelidikan terkait dan akan merilis temuannya terhadap publik pada Selasa 13 Agustus 2019.

Diketahui, AQ calon anggota pengibar bendera kota Tangerang Selatan meregan nyawa pada 1 Agustus 2019. Temuan sementara banyak lebam di tubuh AQ yang diduga adalah ekses kekerasan oleh para pelatih Paskibra yang dilakukan oleh senior atau purna Paskibra.

No comments